Utamakanlah Hal Ini Saat Target Market Anda adalah Buyer B2B Masa Kini

B2B Marketing

Luasnya market B2B atau business to business membuat peluang terjadinya bisnis yang menguntungkan di ranah tersebut juga semakin bertambah. Meski begitu, hal ini juga akan dibarengi oleh adanya proses sales yang lebih kompleks dan lebih menantang. Menggunakan cara-cara penjualan dan bisnis yang tradisional pun tidak lagi efektif di saat Anda dan bisnis Anda dituntut untuk lebih bersaing serta mencapai goal pendapatan yang sudah ditargetkan.

Dalam praktek penjualan B2B modern, beberapa faktor ini haruslah Anda utamakan.

  1. Ketersediaan informasi

Konten online dan perkembangan media sosial di masa kini membuat penjualan B2B dan pelakunya lebih teredukasi dan memiliki banyak informasi terkait dengan berbagai pilihan yang tersedia melebihi sebelumnya. Pembeli yang mewakili market bisnis yang Anda targetkan sudah lebih pintar dan berinisiatif melakukan riset dan mengumpulkan informasi yang mungkin dibutuhkan dalam transaksi yang akan terjadi. Karenanya, tahapan informasi mengenai latar belakang perusahaan Anda dan produk ataupun jasa yang Anda sediakan kemungkinan sudah tidak lagi menjadi hal yang perlu didiskusikan. Untuk mendukung prospek Anda, keberadaan brand Anda di dunia online dan berbagai informasi yang terkait dengan bisnis Anda seperti reviews, feedback, harga, informasi teknis dan poin-poin pembandingnya harus tersedia untuk diakses oleh siapa saja yang mengunjungi situs Anda. Sebagai salesperson yang melakukan pertemuan, Anda perlu menjadi ahli dalam industri bisnis Anda dan penuh dengan pengetahuan yang diperlukan untuk meyakinkan prospek Anda. Anda perlu mempersiapkan diri dengan riset, training serta data yang akurat.

  1. Membangun kepercayaan prospek

Membangun kepercayaan dan kredibilitas bisnis bukanlah perkara yang mudah, apalagi dengan semakin cerdas dan kaya akan informasinya prospek Anda. Para prospek cenderung sudah mengetahui risiko yang mereka hadapi jika langsung berhadapan dengan para penjual atau salesperson yang tujuan utamanya adalah mencetak penjualan. Sebagai solusinya, sediakan diri Anda sebagai sosok pribadi yang dapat dipercaya. Merambah ke bagian personal dapat Anda lakukan dengan fokus membantu prospek Anda memecahkan masalahnya dan tidak hanya melakukan penjualan saja. Kebanyakan pembeli tidak mau hanya dicekoki dengan informasi produk dan jasa, mereka juga ingin mendapatkan sesuatu yang dirasa bermanfaat terlebih dahulu, terutama dalam dunia B2B. Interaksi yang paling efektif terjadi ketika prospek merasa dirinya mendapatkan manfaat dari bisnis Anda.

B2B Marketing
Sumber gambar: mih.com.au
  1. Pentingnya membuat prospek merasa yakin dengan keputusan pembelian yang diambil

Hal yang lebih sulit lagi dari sekedar membangun hubungan yang baik adalah mempengaruhi prospek dan membuatnya mengambil keputusan yang percaya diri perihal kerja sama dengan bisnis Anda. Dalam dunia B2B, prospek Anda bukanlah orang awam dan tidak berpengalaman. Mereka cenderung mewakili grup masyarakat yang sangat terkoneksi secara digital dan terus-menerus mengonsumsi konten yang relevan dengan bisnis mereka. Karenanya, setiap keputusan yang mereka ambil haruslah berdasarkan informasi yang cukup. Anda pun mengisi gap tersebut sebagai penyedia informasi yang sangat membantu prospek untuk memperbaiki bisnisnya dan juallah hal ini pada para pembuat keputusan di brand yang Anda targetkan. Jangan pernah pelit berbagi ilmu dan informasi yang Anda rasa dapat membangun bisnis mereka. Kalau Anda sendiri tidak percaya pada prospek Anda, bagaimana mereka dapat mempercayai Anda?

B2B Marketing
Sumber gambar: pymnts.com
  1. Sudahkah Anda memberikan value yang diperlukan customer

Jika bisnis Anda bergerak di B2B dan belum ada konten yang dibagikan setiap harinya, maka Anda belum memberikan value terhadap market Anda. Konten juga dapat berperan sebagai amunisi Anda dalam membantu memecahkan apapun itu masalah prospek Anda, dan melihat konten tersebut dibuat atas nama bisnis Anda hanya akan semakin menambah kredibilitas bisnis Anda. Anda akan dipandang sebagai sumber informasi yang relevan, sehingga rasa percaya yang menjadi pemicu utama terjadinya penjualan dan kemajuan dalam siklus transaksi pun dapat terjadi.

  1. Apakah Anda sudah cukup memahami siapa pembeli Anda?

Proses sales untuk setiap target market Anda mungkin berbeda-beda, sehingga diperlukan pengertian mendalam dan data demografis yang mendukung pendekatan yang Anda lakukan terhadap target market Anda. Data demografis tersebut dapat berupa gender, pekerjaan, usia, ukuran perusahaan, industri, serta informasi psikografis seperti minat, opini, kekurangan, dan sifat atau kultur sebuah perusahaan. Dari sini, Anda dapat menentukan apa kiranya yang dapat menjadi motivasi terjadinya transaksi dengan bisnis Anda dan Anda sekaligus dapat memperkirakan proses sales apa saja yang sebaiknya dilalui oleh klien A dan mana yang sebaiknya tidak perlu dilalui.

Dalam menghadapi market B2B yang kompetitif, persiapkan bisnis dan mental Anda untuk menjadi lebih kaya akan informasi yang dicari oleh target market Anda. Hanya itulah cara satu-satunya untuk menjadi unggul.

You may also like

× Contact Us!