Tips Mengarahkan Bisnis dalam Era Percepatan Seperti Sekarang

Culture of Immediacy

Dalam market yang serba cepat seperti sekarang, membiarkan bisnis Anda menunggu terlalu lama akan membuat Anda sebagai orang di belakangnya mudah merasa frustrasi. Menunggu lama selalu membuat siapapun tidak sabaran, begitu juga dengan bisnis. Semua kini serba cepat dan dituntut untuk bersegera, terutama jika Anda bergerak dalam bisnis yang langsung berurusan dengan customer Anda. Interaksi yang selalu terjadi secara instan akan menjadi standar bisnis masa kini untuk bisa bertahan.

Mengingat hampir semua customer melakukan pencarian dan transaksi via selfphone masing-masing, sudah sewajarnyalah semua bisnis mengikuti kecenderungan customer-nya ini. Demografik terbesar di dunia online dikuasai oleh kaum millennials, yang selalu melakukan segala sesuatunya dengan cepat dan instan. Lalu, bagaimanakah sebaiknya bisnis Anda menyesuaikan dengan percepatan ini:

  1. Dengan memahami sikap dan kecenderungan mereka yang menggunakan smartphone

Mereka yang menggunakan smartphone biasanya akan melakukan riset mengenai perusahaan atau brand apa yang sedang mereka temui secara online. Lebih daripada customer di masa lalu, secara proaktif customer di masa kini akan melakukan riset sebelum mereka bersinggungan secara langsung dan kemungkinan besar sudah membaca review customer lainnya tentang Anda. Mereka juga akan menemukan Anda di media sosial. Karenanya, pastikan Anda tersedia di mana mereka bisa dan biasa menemukan Anda.

Culture of Immediacy
Sumber Gambar: business2community.com
  1. Optimasi pengalaman customer Anda di mobile site

Untuk memastikan bisnis Anda sukses dalam kultur bisnis yang serba mementingkan hal yang instan ini, perusahaan haruslah memastikan pengalaman mobile mereka cukup unik dan memenuhi ekspektasi customer. Pikirkanlah mengenai aplikasi mobile favorit Anda, yang sama-sama memiliki kemudahan untuk melakukan navigasi dan merefleksikan karakteristik dari brand mereka. Banyak customer yang kritis di masa kini sehingga harus benar-benar memberikan pengalaman terbaik bagi target customer Anda.

  1. Maksimalkan tim frontline bisnis Anda dengan tools yang berbasis di mobile phone

Customer yang secara aktif menggunakan smartphone-nya harus berhadapan langsung dengan para layanan customer yang juga berbasis mobile phone. Untuk sebuah bisnis bisa berhasil dalam kultur serba cepat, semua representasi perusahaan dan agennya harus dimaksimalkan untuk terbiasa merespon dan berkolaborasi dengan customer mengikuti kecepatan customer tersebut atau berisiko besar kalah dengan pesaing. Tim sales yang tidak memprioritaskan penggunaan mobile phone akan semakin sulit bertemu ekspektasi customer yang ingin semuanya serba instan dan personal.

Culture of Immediacy
Sumber Gambar: linkedin.com
  1. Jangan berhenti pada penggunaan mobile phone saja, bangkitkan medium beragam untuk memperlebar koneksi

Teknologi mobile kini tidak hanya menjadi satu-satunya medium yang memupuk kecepatan interaksi antara customer dan bisnis. Customer yang terus terkoneksi menjadi terbiasa bertukar-tukar antara banyak sekali medium berbeda untuk melakukan interaksi secara konteks dengan berbagai perusahaan dan sesuai dengan kemauan mereka. Mereka tidak lagi memiliki kesabaran untuk mengisi formulir yang terlalu panjang demi menjalani suatu prosedur atau untuk mengulangi informasi yang sama. Customer-customer ini bahkan akan bertukar brand jika perusahaan menyediakan layanan yang tidak konsisten. Karenanya, pastikan desain UX atau user experience dari semua medium yang Anda gunakan sudah siap menerima hal ini.

Mustahil rasanya bagi sebuah brand untuk bergerak dan bertumbuh secara cepat jika setiap departemennya tidak bersiap-siap dengan data customer yang paling relevan dan terkini serta dengan teknologi pintar di manapun mediumnya. Fenomena instan ini harus menjadi salah satu agenda bisnis di tahun 2017 agar tidak kalah dengan kompetitor dalam menyambut era customer-sentris.

You may also like

× Contact Us!