Rahasia Tingkatkan Penjualan via Aplikasi Messenger

Sales Through Messenger

Semakin akrabnya kita dengan smartphone yang terkoneksi internet, maka semakin akrab juga kita dengan aplikasi messenger. Dulu, BBM merupakan aplikasi messenger yang paling laris digunakan oleh banyak orang. Kemudian disusul Whats App, Line, WeChat dan banyak lagi.

Mulanya kita mengenal aplikasi messenger sebagai pengganti SMS. Namun seiring waktu mereka yang berkecimpung di dunia marketing melihat peluang. Aplikasi messenger pun kemudian bertransformasi menjadi alat marketing. Kini tak salah bila aplikasi messenger pun masuk ke dalam strategi marketing yang diperhitungkan.

Tak heran juga bila kemudian aplikasi messenger semakin melengkapi fiturnya untuk kebutuhan digital marketing. Salah satunya yang cukup popular di Indonesia adalah Line dengan fitur Line@ (dibaca Line at) yang dapat digunakan bagi pelaku bisnis.

Bila Anda merupakan salah satu yang tertarik atau mungkin sudah menggunakan aplikasi messenger sebagai alat marketing tapi belum menemukan hasil maksimal, maka Anda perlu mengetahui beberapa rahasia ini.

1. Buat Grup untuk Pelanggan Anda

Manfaatkan aplikasi messenger untuk semakin dekat dengan pelanggan. Semakin dekat Anda dengan pelanggan maka semakin Anda terhubung dengan mereka. Dengan begitu loyalitas mereka pada merek Anda pun dapat terjamin.

Anda bisa mulai dengan membuatkan grup. Tak perlu di semua aplikasi messenger, cukup pilih satu atau dua aplikasi. Misalnya Line dan Whats App. Sampaikan tujuan grup tersebut dibuat untuk memudahkan pelanggan dalam memberikan kritik dan saran. Termasuk mendapatkan info berbagai promo terbaru yang dapat meningkatkan penjualan.

Selain itu Anda juga bisa mengatur sesi pembahasan di setiap periode dengan melibatkan pelanggan langsung. Misal, Anda bisa membuat diskusi seputar model produk atau layanan impian para pelanggan, tema promo atau poster iklan yang bagus, atau keluhan yang masih sering terjadi.

Sales Through Messenger
Sumber Gambar: theregister.co.uk

2. Perbanyak Kontes

Kontes merupakan salah satu hal yang banyak diburu. Dengan memperbanyak kontes tentu akan banyak animo yang muncul. Tapi pastikan bila kontes tersebut masih bersentuhan dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Anda bisa memanfaatkan hari besar atau hari raya untuk membuat kontes. Hal ini bukan hanya berguna untuk mendatangkan animo, tapi dapat meningkatkan penjualan bila Anda turut memberikan promo khusus juga. Jadi mulailah menandai berbagai tanggal dan hari di kalender perusahaan sekarang.

3. Buatlah Emoticon dan Stiker Sendiri

Line merupakan salah satu aplikasi messenger yang paling banyak digunakan sebagai saluran digital marketing perusahaan. Pasalnya banyak fitur Line yang mendukung kegiatan marketing. Selain Line@, ada juga fitur stiker yang disediakan oleh Line.

Fitur ini telah banyak dimanfaatkan merek besar untuk dapat menjaring konsumen. Malah meningkatkan loyalitas konsumen. Dari pembuatan stiker itu juga sebuah merek dapat mengumpulkan data keterpopuleran merek dengan menganalisa jumlah pengunduh.

Starbucks Indonesia dan Baskin Robbins Indonesia merupakan segelintir merek besar yang sudah membuat stikernya sendiri di Line. Bukan tidak mungkin bila hal serupa bisa diadopsi di aplikasi messenger lain seperti WeChat, BBM dan WhatsApp.

Sales Through Messenger
Sumber Gambar: creator.line.me

4. Permudah Konsumen Berbelanja Lewat Aplikasi Messenger

Barangkali strategi marketing perusahaan di era digital marketing ini dalam peningkatan penjualan lebih tertuju pada penyediaan toko online dan aplikasi mobile. Hal tersebut tak seutuhnya salah, tapi tak sepenuhnya benar secara mutlak juga. Karena di era digital ini yang menjadi kunci utama adalah ‘kemudahan’. Semakin Anda memudahkan konsumen maka konversi penjualan akan semakin tinggi.

Sekalipun Anda sudah memiliki toko online dan aplikasi mobile, tapi alangkah baiknya bila toko tersebut di-support oleh aplikasi messenger. Segala pemesanan, keluhan hingga pembayaran dapat disampaikan oleh konsumen melalui aplikasi messenger. Lagi-lagi, Line merupakan salah satu aplikasi messenger yang paling support dalam hal marketing. Pasalnya Line sudah menyediakan fitur domper virtual bernama Line Pay untuk mempermudah konsumen berbelanja melalui Line.

Selain Line, ada juga Snapchat yang meluncurkan aplikasi Snapcash pada 2015. Kemudian ada WeChat yang sudah bekerja sama dengan Western Union sehingga memungkinkan pengguna WeChat di Amerika dapat mengirimkan uang ke lebih dari 200 negara di dunia. Ke depan, bukan hal yang mustahil bila aplikasi messenger lain mengikuti.

Di tahun 2015, lebih dari 1,4 miliar orang di seluruh dunia telah menggunakan aplikasi messenger. Angka tersebut 32% lebih tinggi dari tahun 2014. Melihat pertumbuhan tersebut, banyak peneliti yang memperkirakan akan ada pelonjakan pengguna aplikasi messenger menjadi 2 miliar orang di tahun 2018.

Dengan pertumbuhan yang semakin naik, tentu sudah saatnya Anda mulai serius menjajaki aplikasi messenger sebagai saluran digital marketing mulai dari sekarang. Karena melihat potensi pasar yang tinggi untuk meningkatkan penjualan ke depannya nanti. Dan bersama ini jelas bahwa sebuah tantangan sudah menanti merek Anda di depan, yakni bagaimana memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan penjualan.

You may also like