Qontak WhatsApp

Definisi Product Life Cycle, Tahapan, dan Contohnya

Definisi Product Life Cycle, Tahapan, Tantangan dan Contohnya

Panduan Lengkap Product Life Cycle untuk Bisnis

Setiap bisnis pasti ingin produknya berhasil bertahan lama di pasar. Namun hal tersebut tidak mudah, banyak faktor yang mempengaruhinya. Untuk mempertahankan produk Anda laku dipasaran, Anda perlu memahami konsep product life cycle.

Produk life cycle untuk masing-masing brand tentu berbeda-beda. Dimana umumnya setiap produk harus melalui 4 siklus hidup yakni: Introduction, Growth, Maturity dan Decline.

Selain tahapan tersebut, Anda juga perlu memahami tantangan dan contoh bisnis yang berhasil menerapkan product life cycle. Pelajari selengkapnya pada ulasan di bawah ini.

Panduan Lengkap Product Life Cycle untuk Bisnis


Apa itu Product Life Cycle?

Product life cycle adalah siklus hidup proses perjalanan produk dimulai dari tahapan pengenalan hingga menghilang dari pasar. Pada umumnya proses ini terdiri dari 4 tahapan, yakni pengenalan, pertumbuhan, kematangan hingga menghilang dari pasar.

Tahapan tersebut akan dilewati setiap produk, meski durasi waktunya berbeda-beda. Namun pada akhirnya setiap produk akan keluar dari pasar. Beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya kejenuhan, meningkatnya persaingan, penurunan permintaan, dan penurunan penjualan.

Sebagai pebisnis, tentu ingin produk yang Anda hasilkan mampu bertahan lama di pasar. Maka dari itu, banyak bisnis melakukan analisis PLC (proses memeriksa siklus hidup produk mereka). Analisis PLC merupakan strategi untuk mempertahankan umur panjang produk mereka atau mengubahnya untuk memenuhi permintaan pasar atau beradaptasi dengan mengembangkan teknologi.

Tahapan product life cycle

Baca juga: Customer Lifecycle Management: Definisi serta Tahapannya


Apa saja Tahapan Product Life Cycle?

Layaknya manusia, sebuah produk juga memiliki siklus hidup. Produk life cycle dimulai dengan ide, kemudian dikembangkan dan diuji coba apakah layak dan berpotensi menguntungkan. Apabila lolos proses uji coba, produk akan diproduksi, dipasarkan, dan diluncurkan.

1. Riset

Sebelum dikenalkan di pasar, sebuah produk harus melewati tahapan riset dahulu. Pada tahap ini biasanya memakan waktu lama dan investasi modal yang besar untuk mengembangkan dan menguji efektivitasnya. Tujuannya agar produk yang akan dihasilkan akan sukses dipasaran atau dicintai pelanggan.

2. Pengenalan

Tahapan ini ditandai dengan peluncuran produk dipasar. Anda perlu mengeluarkan biaya besar untuk iklan atau kampanye besar-besaran. Tujuannya agar pelanggan mengenai produk dan tertarik membelinya.

3. Pertumbuhan

Setelah berhasil melewati tahap pengenalan, artinya Anda memasuki tahap pertumbuhan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya permintaan, peningkatan produksi, dan perluasan ketersediaannya.

Beberapa cirinya adalah :

  • Produk mudah ditemukan dimana saja
  • Biaya produksi per unit semakin menurun
  • Omset penjualan meningkat
  • Kompetitor baru mulai bermunculan
  • Jumlah produksi naik
  • Cash flow bergerak ke arah positif

4. Kematangan

Tahapan ini merupakan titik puncak dari perjalanan product life cycle. Titik balik tahapan ini, omset penjualan produk Anda mulai menurun. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah semakin ketat persaingan sehingga berebut pasar dan pelanggan

Tanda produk Anda memasuki tahapan ini adalah

  • Harga jual produk menurun
  • Biaya produksi yang tinggi
  • Bisnis yang berhasil menguasai pasar mendapat laba besar, yang kalah mulai tersingkir
  • Cash flow ada di posisi positif yang kuat

Pada tahap ini, Anda harus mulai berinovasi. Misalnya dengan mengganti varian rasa, jenis, bentuk dan masih banyak lagi.

5. Penolakan

Produk yang berhasil biasanya banyak kompetitor yang mulai meniru dengan kualitas lebih baik atau harga yang lebih rendah. Hal ini berimbas pada bisnis yang mengembangan produk ini. Ditandai dengan keuntungan yang terus menurun.

Tanda lainya adalah :

  • Jumlah produksi terus menurun
  • Pelanggan merasa bosan
  • Pesaing semakin banyak dengan produk baru
  • Keuntungan menurun signifikan

Apabila Anda tidak ingin kalah atau produk menghilang dari pasar, Anda harus melakukan antisipasi. Salah satunya adalah terus berinovasi sebelum mencapai tahap ini.

Saya Mau Coba Gratis Qontak.com Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Qontak.com Sekarang!


Apa saja Faktor-faktor yang Mempengaruhi Product Life Cycle?

Product life cycle diatas sulit diprediksi durasi setiap tahapannya. Artinya Anda harus terus memantau setiap perkembangannya.

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi lama atau sebentarnya setiap tahapan produk life cycle diantaranya:

– Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan

Saat ini perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan cukup dinamis. Dimana keduanya dapat membuat perubahan mendadak. Misalnya penelitian menemukan bahan yang berbahaya pada produk Anda seperti kasus Teflon. Temuan ini tentu mempengaruhi cara berpikir dan keinginan pelanggan membeli produk teflon.

– Pandangan sosial

Kehidupan sosial secara tidak langsung mempengaruhi pasar. Misalnya kampanye menggunakan produk ramah lingkungan (life cycle management) yang dikampanyekan aktivis sosial. Hal ini tentu mempengaruhi sebagian pelanggan untuk beralih ke produk ramah lingkungan.

– Perkembangan tren

Mode atau tren bergerak cepat. Apa yang sedang naik daun hari ini, mungkin terlupakan di hari esok. Dimana jika produk Anda tidak terus berimprovisasi, maka risiko produk Anda akan dianggap ketinggalan zaman akan tumbuh.

– Muncul kompetitor

Setiap bisnis tentu memiliki kompetitor. Biasanya setiap bisnis mengeluarkan produk baru, kompetitor akan memberikan alternatif produk serupa dengan kualitas lebih baik atau harga yang murah. Tujuannya agar produk mereka berhasil mencuri pangsa pasar Anda.

– Politik luar negeri

Selain sosial, politik antar negara dapat menyebabkan penurunan perdagangan atau bahkan penghentiannya. Hal ini berlaku apabila produk Anda ditargetkan ke pasar luar negeri.

– Daya beli pelanggan

Jika hanya sebagian kecil target pelanggan yang mampu membeli produk Anda, maka Anda perlu mencari alternatif dengan metode produksi lebih murah. Tujuannya agar produk Anda tetap terjangkau.


Apa Tantangan Bisnis Menerapkan Product Life Cycle?

Rangkaian product life cycle terlihat panjang dan kompleks. Hal ini menjadi perhatian Anda untuk memastikan bisnis berjalan lancar.

Interaction Design Foundation mengungkapkan tidak semua produk yang diluncurkan ke pasar bisa bertahan lama, hanya sebagian yang mampu bertahan hingga bertahun-tahun bahkan beberapa dekade.

Melihat fenomena tersebut, menjadi tantangan tersendiri bagi Anda bagaimana untuk bertahan hingga bertahun-tahun. Sebab penjualan yang meningkat tidak selamanya menunjukan pertumbuhan atau penurunan. Di sinilah tantangan dari product life cycle.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Anda harus bersiap bahkan saat awal mulai meluncurkan produk. Dimana Anda harus selalu memantau setiap progress dalam tahapan product life cycle. Dengan demikian, Anda bisa mengidentifikasi setiap masalah dan lebih berhati-hati dalam menyusun strategi bisnis.


Apa saja Contoh Bisnis yang Berhasil Menerapkan Product Life Cycle?

Contoh product life cycle berhasil diterapkan pada bisnis berikut ini:

1. Pepsodent

Pepsodent

Produk pasta gigi ini tidak asing lagi bagi konsumen Indonesia. Sebab setiap kali meluncurkan produk baru, mereka gencar mengadakan promosi besar-besaran di majalah, koran dan televisi.

Pepsodent berhasil bertahan bertahun-tahun dengan penjualan stabil meski banyak kompetitor bermunculan seperti Ciptadent, Sensodyne dan lain sebagainya. Rahasia keberhasilan Pepsodent adalah mereka selalu berinovasi dengan mengebangkan beberapa variasi seperti herbal, white now, sensitive dan masih banyak lainnya.

2. Sosro

sosro-Product Life Cycle

Contoh product life cycle berikutnya adalah Sosro. Produsen minuman teh botol ini terkenal dengan tagline “apapun makanannya, minumnya tetap teh botol sosro”. Penjualan teh botol Sosro juga mengalami peningkatan signifikan.

Melihat pasar yang besar, mulai banyak kompetitor dengan menawarkan produk serupa seperti teh kotak. Dengan adanya alternatif lain, pelanggan mulai tertarik berpindah ke kompetitor, penjualan Sosro mulai menurun.

Tak habis akal, Sosro mengeluarkan produk baru dengan model dan varian rasa berbeda-beda. Beginilah contoh product life cycle Sosro untuk terus bertahan di pasar minuman ringan.

3. Frisian Flag

frisian-flag-product life cycle

Frisian Flag atau susu bendera telah masuk ke pasar Indonesia sejak 91 tahun lalu. Contoh product life cycle ini mulai berinovasi dengan kemasan sachet dan logo yang cerah. Jadi banyak brand susu kemasan lainnya, Frisian Flag masih dicintai masyarakat Indonesia.

Untuk menunjukan eksistensi di Indonesia, Frisian Flag banyak menjalin kerjasama dengan siswa sekolah untuk mensosialisasikan pentingnya menjaga nutrisi. Brand ini juga memberikan beasiswa kepada anak yang kurang mampu dan mendirikan posyandu di beberapa daerah di Indonesia.


Siapkan Product Life Cycle Bisnis Anda Sekarang!

Aplikasi Sales CRM Qontak.com

Product life cycle merupakan alur perjalanan produk mulai dari riset, pengenalan, pertumbuhan, kematangan hingga menghilang dari pasar. Panjangnya durasi setiap tahapan bergantung pada 6 faktor seperti yang disebutkan diatas. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Qontak.com menyediakan aplikasi CRM terbaik di Indonesia yang telah banyak dipercaya bisnis untuk mengelola pemasaran, penjualan dan layanan pelanggan. Integrasi Omnichannel CRM Qontak.com memudahkan Anda untuk memantau segala aktivitas di semua saluran bisnis Anda secara real time. Qontak.com juga dilengkapi laporan garis trend yang membantu Anda memahami kebutuhan pelanggan.

Ingin mengetahui bagaimana agar product life cycle bisnis Anda bisa bertahan lama? konsultasikan gratis dengan Qontak.com. Tim Qontak.com akan selalu siap membantu selama 24/7.

Hubungi Qontak.com sekarang atau dengan mengisi form COBA GRATIS di bawah ini:

0 comments

By