Qontak WhatsApp

Pipeline Sales: Definisi, Tahapan & Cara Membuatnya

pipeline sales

Panduan Lengkap Membuat Pipeline Sales dan Marketing!

Sales pipeline adalah elemen penting bagi bisnis meningkatkan penjualan. Tanpa menggunakan pipeline, bisnis akan kehilangan arah. Mereka akan kesulitan untuk melacak deals yang menyulitkan bisnis untuk memperoleh insight tentang seberapa efektif proses sales.

Selain sales pipeline, penting juga bagi bisnis untuk menerapkan pipeline marketing. Tujuan diterapkan pipeline marketing adalah untuk memastikan rencana pemasaran berjalan dengan baik dan efektif. Dengan begitu target penjualan bisnis dapat tercapai dengan mudah.

Lantas bagaimana cara membuat dan membangun sales pipeline dan pipeline marketing yang baik?

7 Cara membuat sales pipeline untuk Bisnis Anda sebagai berikut:

  1. Melakukan Persiapan
  2. Menentukan tahapan dalam siklus sales
  3. Identifikasi pelanggan potensial
  4. Tandai karakteristik pelanggan potensial
  5. Ciptakan proses sales teratur
  6. Perbarui pipeline secara berkala

Apa itu Pipeline Sales?

Pipeline sales adalah cara untuk melacak aktivitas pelanggan potensial selama proses pembelian secara terorganisir dan tervisualisasi. Pipeline akan menunjukkan status deals yang sedang berlangsung dan aktivitas sales mana yang menghasilkan keuntungan terbanyak.

Dengan melihat tampilan pipeline marketing, manajer dan tim sales dapat memperkirakan keuntungan dan berapa banyak close deals yang akan dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini merupakan hal penting bagi salesforce, sebab sering kali mereka sulit untuk mengelola tiap prospek dan deals yang sedang berlangsung.

Umumnya pada contoh sales pipeline yang dimiliki bisnis, calon pelanggan potensial kerap berpindah dari satu tahapan ke tahapan lain dengan laju yang berbeda-beda. Kecepatanya tergantung seberapa tinggi minat dan urgensi mereka terhadap produk yang ditawarkan. Beberapa calon pelanggan bahkan tidak melalui seluruh tahapan dalam pipeline. Disini pentingnya sales pipeline yang memberitahu Anda untuk menindaklanjuti calon pelanggan agar menyelesaikan tahapan.

Saya Mau Coba Gratis Qontak.com Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Qontak.com Sekarang!


Apa itu Pipeline Marketing?

Pipeline marketing adalah sistem yang menjadi bahan pertimbangan utama untuk mengetahui keberhasilan menjual produk dengan baik dan apa yang dibeli oleh pelanggan. Melalui analisis pipeline marketing ini, memudahkan Anda dalam melakukan pemasaran seperti membuat konten marketing, merancang strategi dan proses-proses pemasaran lainnya yang dapat mendorong transaksi pelanggan.

Hal-hal yang bisa Anda dipertimbangkan sebelum membuat marketing pipeline adalah

– Menentukan waktu yang tepat untuk menyusun marketing pipeline

Hal yang perlu Anda pertimbangkan untuk membuat pipeline marketing adalah waktu. Misalnya setelah mendapatkan laporan penjualan tahunan, mulailah untuk membuat pipeline marketing yang baru atau sekedar memperbaiki yang sudah ada. pemilihan waktu ini paling tepat karena dari laporan tersebut Anda dapat mengukur hasil pemasaran Anda selama periode sebelumnya.

– Intensitas bisnis dalam meninjau pipeline marketing

Hal ini patut dipertimbangkan oleh leader atau manajer. Sebelum mulai membuat pipeline marketing, leader harus menentukan seberapa sering mereka akan melakukan peninjauan sistem tersebut. Dimana peninjauan harus dilakukan sebijak mungkin sesuai dengan laporan kinerja perusahaan. Selain itu, pastikan data-data yang terkumpul akurat yang akan mendorong konversi dari konten marketing yang akan Anda buat. Pasalnya Anda tidak akan bisa menarik pelanggan apabila strategi atau konten marketing yang Anda buat tidak berkualitas dan didasari dengan data akurat.


Apa Perbedaan Sales Pipeline dengan sales funnel?

Orang-orang sering kali tertukar dalam menggunakan istilah ‘sales pipeline’ dan ‘sales funnel’. Pipeline menunjukkan tahapan yang dilalui calon pelanggan selama proses penjualan, sedangkan funnel menunjukkan jumlah dan laju konversi calon pelanggan selama melewati proses sales. Istilah funnel atau corong digunakan karena merepresentasikan jumlah calon pelanggan yang semakin berkurang selama proses sales berlangsung.

Karena jumlahnya akan semakin berkurang di penghujung funnel, biasanya manajer sales menargetkan tiga kali lipat jumlah di awal funnel dari target sesungguhnya. Misalnya, untuk menutup 50 deals, manajer sales akan menargetkan timnya untuk mencari 150 calon pelanggan potensial.

Untuk memahami perbedaan antara pipeline dan funnel dapat dilihat pada gambar berikut:


Apa saja Tahapan-Tahapan yang ada dalam Pipeline Sales?

Struktur pipeline tiap perusahaan dapat berbeda-beda, namun secara umum tahapan yang umum digunakan untuk sales pipeline maupun pipeline marketing adalah sebagai berikut:

– Lead generation.

Langkah pertama dalam penjualan adalah membawa calon pelanggan ke dalam pipeline, yaitu mencari pelanggan potensial yang memerlukan produk/jasa yang ditawarkan.

– Kualifikasi prospek

Tahap ini menentukan apakah prospek sesuai dengan kriteria calon pelanggan yang dibangun perusahaan. Biasanya prospek yang memenuhi syarat adalah yang bisa mengambil keputusan dalam perusahaan, seperti manajer sales, direktur, atau CEO. Tahap ini merupakan yang terpenting dalam menentukan tingkat konversi dalam pipeline.

– Meeting

Tim sales akan bertemu dengan prospek untuk mendiskusikan solusi terbaik untuk kebutuhan klien. Calon pelanggan akan lanjut ke tahap berikutnya jika meeting berjalan dengan baik dan meminta informasi tambahan seperti demo produk.

– Pengajuan proposal

Pada tahap ini, tim sales sudah memiliki gambaran jelas tentang sang prospek dan permasalahan spesifik yang dihadapi. Tim sales akan mengajukan detail proposal tentang solusi yang ditawarkan berdasarkan meeting sebelumnya.

– Close deal

Proses sales selesai ketika mereka setuju atau tidak dengan penawaran yang ditawarkan, yang dikategorikan sebagai ‘win’ atau ‘lost’.


Bagaimana Cara Membuat Pipeline Sales?

Pada dasarnya langkah-langkah untuk membuat pipeline sales atau marketing adalah sebagai berikut:

Step 1. Melakukan Persiapan

Menentukan target sales pipeline

Langkah paling penting adalah melakukan persiapan. Tahapan ini dimulai dengan membuat daftar calon pelanggan potensial. Daftar ini sebisa mungkin harus lengkap, mulai dari nama, info kontak, perusahaan, jabatan, hingga dari mana mereka berinteraksi.

Kemudian tentukan target yang ingin Anda Capai. Penting bagi bisnis untuk menentukan target keuntungan dan berapa perkiraan jumlah pelanggan yang harus dicapai. Dengan begitu Anda bisa memaksimalkan penggunaan pipeline marketing nantinya.

perlu menentukan  Pipeline dapat membantu bisnis dalam mencapai target Selanjutnya atur jadwal meeting dengan rekan sesama tim. Kolaborasi dengan rekan sesama tim membantu proses pengambilan keputusan dan memantau pipeline yang ada.

Step 2. Menentukan tahapan dalam siklus sales

Tahapan sales pipeline

Selanjutnya adalah menyusun tahapan dalam siklus sales yang diharapkan. Tahapan ini berisi langkah-langkah yang jelas dan terstruktur mengenai apa saja tindakan yang harus dilakukan untuk mencapai close deal. Dengan siklus sales yang baik, tenaga sales dapat memenangkan deals secara berulang dengan mengikuti langkah-langkah yang ada.

Step 3. Identifikasi pelanggan potensial

Dari daftar calon pelanggan, Anda bisa mengidentifikasi berapa banyak pelanggan potensial (leads) yang akan lanjut ke tahap selanjutnya. Pindahkan atau pisahkan leads tersebut untuk segera ditangani oleh tim support. Sementara sisanya bisa Anda gunakan nantinya untuk follow up jika dianggap perlu.

Step 4. Tandai karakteristik pelanggan potensial

Tandai karakteristik sales pipeline

Setelah itu Anda harus mengenali karakteristik masing-masing. Tujuanya adalah agar pipeline marketing yang Anda terapkan tepat sasaran. Misalnya, tindakan apa yang perlu dilakukan tim sales berdasarkan karakteristik leads potensial (contoh: mengirim email follow up), atau respon yang diinginkan calon prospek (contoh: ingin melakukan demo).

Step 5. Ciptakan proses sales teratur

Menciptakan sales pipeline

Setelah mengetahui semua tahapan penjualan apa yang dibutuhkan bisnis Anda, terapkan pada pipeline. Dimana pipeline sales akan menampilkan aktivitas prospek selama melewati proses atau alur sales yang Anda buat.

Setelah itu lakukan uji coba dengan membuat beberapa tahapan, apabila dirasa kurang efektif, sempurnakan hal itu. Buatlah tahapan pada pipeline yang paling sesuai dengan kinerja tim penjualan yang ada di perusahaan. Pasalnya, pipeline dibuat dengan tujuan memudahkan mereka untuk memantau segala proses penjualan.

Step 6. Perbarui pipeline secara berkala

Sales pipeline yang tidak pernah diperbarui akan sia-sia. Dimana memberikan update pada setiap kegiatan di tahapan pipeline agar Anda tahu berapa prospek yang sudah dihubungi, diberikan proposal, atau sedang menunggu keputusan. Selain itu, memudahkan manajer dalam memantau apa saja aktivitas penjualan yang sudah dilakukan para anggotanya.


Bagaimana Cara Membangun Sales Pipeline yang Baik untuk Bisnis Anda?

Pipeline dapat dikelola menggunakan apa saja, mulai dari sekedar sticky notes, papan tulis, hingga spreadsheet Excel. Masalahnya, cara tersebut tidak dapat digunakan untuk siklus sales yang rumit dan panjang, atau untuk kontak yang banyak.

Salah satu cara paling efisien adalah menggunakan software CRM atau pipeline CRM. Software CRM yang baik akan membantu bisnis dalam memvisualisasikan seluruh tahapan dalam proses sales dengan jelas, melihat data secara real time, dan mengotomatisasi tugas yang bersifat repetitif.

Salah satu penyedia aplikasi CRM Indonesia terbaik adalah Qontak.com. Dengan aplikasi CRM Qontak.com, tampilan pipeline dapat disesuaikan dengan proses sales masing-masing perusahaan. Mengelola lebih dari satu tim atau proses penjualan juga bukan masalah, sebab Qontak.com dapat membuat multiple pipeline. Selain itu, pengguna juga dapat memindahkan deals ke tahapan selanjutnya dengan mudah melalui sistem drag-and-drop.

Totonton video dibawah ini untuk lebih jelasnya membuat pipeline sales dan pipaline marketing adalah:

Saya Mau Coba Gratis Qontak.com Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Qontak.com Sekarang!


Bangun Pipeline Sales Bisnis Anda bersama Qontak.com Sekarang!

Proses sales dalam perusahaan berbeda-beda antara satu dengan lainnya, bahkan pada produk yang berbeda dalam perusahaan yang sama. Oleh sebab itu, pipeline sales haruslah unik dan menggambarkan perjalan pelanggan secara umum. Dengan pipeline yang jelas dan berfungsi dengan baik, perusahaan dapat menghasilkan lebih banyak keuntungan.

Qontak.com akan membantu Anda membuat sales pipeline yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Dengan aplikasi CRM dari Qontak.com,  Anda dapat memindahkan deals ke tahapan selanjutnya dengan mudah melalui sistem drag-and-drop. Terpenting Qontak.com telah dipercaya lebih dari +1000 perusahaan untuk membantu mengembangkan bisnis mereka.

Jadi tunggu apalagi, bagun pipeline Anda bersama Qontak.com sekarang! Coba secara Gratis pengalaman menggunakan sales pipeline marketing melalui Qontak.com.

Hubungi Qontak.com sekarang atau dengan mengisi form COBA GRATIS dibawah ini:

You may also like

By