Qontak WhatsApp

Pelajaran dari Industri Periklanan untuk Pebisniss B2B

Learning from Advertising

Pergeseran cara bisnis menjangkau customernya dan perubahan cara konsumer mengonsumsi informasi mengenai produk membuat iklan dianggap sebagai salah satu medium yang perlu segera melakukan penyusulan dan percepatan, bahkan juga perubahan di dunia digital jika tidak ingin ketinggalan.  Konsumer yang sudah semakin pintar membedakan iklan yang bermanfaat serta yang hanya bertujuan untuk berjualan saja membuat para pengiklan harus memikirkan ulang strateginya untuk menyampaikan produk. Pelaku bisnis B2B pun semakin banyak yang mengurangi penggunaan iklan yang bersifat langsung dan terang-terangan berjualan karena menyadari hal ini.

Namun, ada elemen-elemen dalam praktek periklanan yang masih sangat berguna jika dipraktekkan oleh pebisnis B2B dalam dunia serba digital seperti ini, antara lain:

  1. Insting merupakan bagian yang vital, bahkan sama vitalnya dengan data dalam eksekusi

Para marketer B2B kini berpatokan pada data sebagai kompas mereka dalam melakukan apapun, terutama dalam menyampaikan pesan ke calon customer. Hal ini adalah hal yang sudah seharusnya dilakukan, apalagi dengan melimpahnya data serta aksesnya yang nyaris tanpa batas untuk menentukan langkah selanjutnya dan melacak setiap hal yang sudah dilakukan secara terukur. Berbicara soal insting adalah membahas soal konteks yang mengelilingi data tersebut. Tanpa mempertimbangkan hal ini, data yang Anda miliki pun tidak akan berarti apapun dan tidak akan memberikan hasil yang tepat. Kampanye iklan tersukses dalam sejarah biasanya dengan berani mencoba mengikuti insting yang tetap terukur dan menyesuaikan dengan kecenderungan persona target market, dan menggunakan data yang tersedia untuk menyesuaikan asumsi awal tersebut.

  1. Menyesuaikan ide awal di tengah jalan adalah hal yang wajar

Di dunia periklanan, arahan awal yang berubah total di tengah jalan demi berbagai pertimbangan adalah hal yang sudah wajar terjadi. Anda tidak akan pernah bisa benar-benar mengeksekusi sesuatu secara idealis dan sempurna seperti keiningan awal, dan selalu lebih baik untuk melangkah serta melakukan penyesuaian seperlunya sembari terus melangkah. Waktu jauh lebih berharga dalam dunia digital marketing, dan ide yang sudah cukup baik haruslah segera dijalankan sebelum waktu Anda habis untuk benar-benar mengeksekusi hasil yang baik. Anda memang memerlukan waktu untuk mencari dan menemukan ide yang benar-benar bagus dan sesuai, namun tidak perlu sampai memakan semua waktu Anda. Kemampuan untuk melakukan penyesuaian sembari berjalan adalah jaminan Anda merupakan pelaku B2B yang mumpuni.

Learning from Advertising
Sumber gambar: rjmichaels.com
  1. Prinsip dari periklanan adalah selalu untuk menjadi satu-satunya yang melakukan dan mampu melakukan apa yang bisnis Anda lakukan

Memang Anda harus menjadi yang terbaik dari kompetitor Anda, namun jika Anda mampu menemukan apa yang membedakan Anda dari kompetitor Anda, hal tersebutlah yang akan meluncurkan Anda secara pesat ke posisi teratas. Pelaku bisnis B2B harus mampu menciptakan cara penyampaian pesan yang membuat bisnis Anda didengar dan diperhatikan, lebih daripada saingan Anda di industri yang sama. Jika Anda dengan jelas mengetahui apa yang bisnis Anda representasikan dan membuatnya unik, maka di sanalah bisnis Anda lebih mudah diingat.

Learning from Advertising
Sumber gambar: jorotunno.com
  1. Temukan cara untuk menyesuaikan konsep dan eksekusi dengan budget yang tersedia

Bahkan jika budget yang tersedia sangatlah banyak dan melimpah, jangan tergoda untuk melakukan sesuatu yang sifatnya menghabiskan banyak dana namun belum tentu membuat customer yang Anda harapkan menoleh dan mendatangi bisnis Anda. Pikirkan cara inovatif yang dapat membuat customer yang Anda harapkan memilih bisnis Anda dibandingkan bisnis lainnya dan prresentasikan dalam bentuk konten yang menarik dan bermanfaat. Cara ini jelas jauh lebih hemat daripada cara beriklan kebanyakan, dan akan dengan pasti membuat bisnis Anda lebih dikenal serta mendatangkan konversi yang menguntungkan.

  1. Jangan sepelekan kekuatan rekomendasi dari mulut ke mulut

Meski sekarang semuanya serba diwakili oleh button share di media sosial, namun Word-of-Mouth, praktek marketing yang paling konvensional ini masihlah sangat efektif. Untuk membuat bisnis Anda direkomendasikan secara otomatis, ide yang digunakan di awal haruslah cukup kuat dan sanggup menggerakkan customer Anda untuk melakukan rekomendasi. Selain itu, memastikan customer Anda puas dengan layanan berkualitas juga merupakan pemicu ampuh untuk menciptakan efek domino yang menguntungkan bisnis Anda, membuatnya terdistribusi dengan sendirinya. Menyatukannya dengan dimensi digital, Anda bahkan dapat menyediakan platform bagi customer Anda untuk melakukan rekomendasi bagi bisnis Anda. Ciptakan konten yang jelas dan mengedukasi, membantu dan memberikan informasi bermanfaat yang membuat customer Anda ingin membagikannya dengan kenalan mereka.

Pada akhirnya, bisnis B2B dan advertising tidaklah terlalu berbeda antara satu dengan yang lainnya dalam hal penyajian konten yang menarik, dengan kampanye yang mudah diingat dan ingin menimbulkan reaksi yang secara mutual menguntungkan Anda sebagai pebisnis serta target market Anda sebagai customer. Selalu buka mata Anda terhadap tren yang ada di sekitar Anda!

You may also like

By