Mencapai Target dengan 3 Cara Pendekatan Marketing yang Lebih Terfokus

Marketing Approach

Pepatah marketing konvensional mengajarkan kita untuk menempatkan iklan sedekat dan sesering mungkin, dan sesering mungkin di hadapan para customer. Memang benar, ekspos terhadap iklan yang dipaksakan secara terus-menerus malah akan membuat customer merasa muak dan malah mengusir customer potensial.

Sebelum menyebarkan promosi, satu hal yang perlu terlebih dahulu dipastikan adalah mencoba menargetkan customer yang tepat dan bukan sebanyak mungkin audiens. Jika Anda hanya melakukan promosi yang disiarkan luas, Anda melewatkan identifikasi audiens spesifik yang akan jadi customer loyal dan produk serta jasa bisnis Anda pun berusaha menjadi apa saja yang memungkinkan bagi siapa saja. Siaran yang lebih terfokus membantu bisnis Anda tersebar secara efektif dan modal yang Anda keluarkan pun tidak berakhir sia-sia tanpa hasil. Jangan pernah menembak sembarangan jika semua hal yang ada di sekeliling Anda memungkinkan untuk Anda menargetkan audiens secara lebih tepat sasaran. Bagaimanakah cara pendekatan marketing yang lebih terfokus.

1. Pahami apa yang tersedia di depan mata Anda

Hampir sebanyak 50% dari brand yang Anda salah mengidentifikasi demografi dan profil ekonomi dari bisnis mereka. Identifikasi terlebih dahulu customer Anda saat ini sebelum masuk ke penyusunan strategi.

Jika produk Anda termasuk produk kompleks dan tergolong mewah, Anda perlu menganalisa daftar customer Anda dan mengelompokkan mereka berdasarkan kesamaan kecenderungan berbelanja mereka untuk menemukan grup customer potensial yang pasti meminati produk Anda. Meskipun hasilnya bisa jadi hanya dalam jumlah kecil saja, hal ini jelas akan lebih efektif dan menghasilkan jika dibandingkan dengan menembak tanpa tujuan ke sejuta orang lebih. Perhatikan bisnis yang sudah tersedia di dalam jalur sales bisnis Anda dan lakukan upsell juga bisa menjadi strategi yang efektif.

Marketing Approach
Sumber Gambar: visionkraft.freshdesk.com

2. Periksa kembali target Anda

Tidak hanya mengelompokkan customer yang serupa kecenderungannya, mengetahui cara berpikir dan mengambil keputusan dari kelompok customer potensial ini juga menjadi strategi Anda selanjutnya. Anda perlu mengetahui bagaimana mereka mengambil keputusan di tengah-tengah pasar dan apa yang membuat prospek Anda tertarik. Periksa data yang Anda miliki dan jangan bergerak berdasarkan perasaan atau rencana awal penargetan. Selalu lakukan analisa di manapun tahapan penjualan Anda saat ini.

Identifikasikan apa saja yang membuat kelompok customer Anda memutuskan untuk melakukan transaksi dan apa yang menjadi kebiasaan dan masalah yang mereka hadapi. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan data berharga berupa kapan dan di mana mereka akan cenderung melakukan pembelian. Anda dapat mengetahui apakah mereka melakukan pencarian online dan di website mana saja. Pendekatan menyempit dan terfokus akan menyampaikan pesan Anda di mana mereka pasti siap menerimanya.

Marketing Approach
Sumber Gambar: client-content.com

3. Tariklah “tembakan” tertarget itu

Dengan segala informasi yang Anda miliki ini, masih ada elemen penting dari waktu yang tepat. Setelah data Anda dapatkan di tangan Anda, Anda lalu harus memutuskan apakah Anda akan mengirimkan email langsung atau kampanye email. Masalah yang mungkin terjadi adalah Anda mengirimkan pesan ke prospek saat prospek pun belum siap membeli sehingga kemungkinan besar Anda dilupakan saat dirinya sudah siap melakukan pembelian. Karenanya, periksa kembali setiap tahapan kampanye yang ada dan analisa di fase manakah customer terhenti dan di titik mana customer melakukan pembelian untuk mengenal kecenderungan mereka.

Dengan tiga cara di atas, target marketing Anda akan lebih terfokus dan efektif menjangkau customer Anda di waktu yang tepat.

You may also like