Lupakan Ide Membuka Usaha Sendiri Jika Hal-Hal Ini Tidak Dimiliki

Entrepreneur

Melakukan bootstrap atau pendanaan sendiri untuk ide yang ada di kepala membuat Anda memiliki kualifikasi menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur, tapi bermodalkan dana saja tidak cukup. Entrepreneurship atau kewirausahaan selalu berakar dari passion, dan dengan hal-hal di bawah ini, Anda dapat melihat apakah Anda memang seorang entrepreneurship sejati atau hanya ikut-ikutan tren saja.

  1. Seorang entrepreneur harus memiliki keuangan yang stabil untuk menjadi jaring pengaman ketika usaha yang dibangun menemui kegagalan

Kegagalan yang dimaksud tentu saja merupakan jenis kegagalan yang merugikan dan menghabiskan banyak biaya. 9 dari 10 startup mengalami kegagalan, menurut penelitian yang dikeluarkan oleh majalah Forbes. Pastikan Anda memiliki simpanan yang cukup jika usaha yang sudah memakan banyak biaya dari kocek Anda sendiri gagal. Jika Anda tidak memiliki simpanan, jangan coba-coba.

  1. Entrepreneur harus memiliki strategi mengenai cara ‘mencetak’ atau menghasilkan keuntungan yang tercepat

Saat usaha Anda mulai membuahkan hasil, bukan berarti hasil tersebut datang dalam jumlah uang yang besar. Dibutuhkan bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, sebelum sebuah usaha mulai meraup keuntungan. Kesabaran dan strategi untuk tetap menghasilkan uang adalah dua hal yang harus, mutlak dimiliki oleh seorang entrepreneur.

Entrepreneur
Sumber gambar: minutehack.com
  1. Entrepreneur harus memahami pentingnya marketing

Bisnis atau usaha tanpa adanya marketing yang relevan dengan target market hanya akan membawa bisnis tersebut pada kegagalan. Biaya untuk melakukan marketing sendiri tidak murah dan kebanyakan Anda yang membangun usaha mengawalinya dengan ketiadaan budget marketing sehingga tidak mau mengeluarkan biaya untuk marketing agar menghemat biaya. Pentingnya marketing tidak dapat ditukar dengan biaya yang dipangkas habis, Anda tetap harus mengutamakan marketing. Milikilah strategi marketing yang beragam dengan tujuannya masing-masing, mulai dari tujuan penetrasi nama bisnis yang menghasilkan brand awareness, hingga tujuan terjadinya konversi.

  1. Entrepreneur haruslah seorang yang realistis, bukan idealistik

Dalam melakukan bisnis, terutama usaha yang Anda bangun sendiri, bekerja keras saja tidak cukup. Jangan memaksakan kehendak Anda dan jadilah orang yang mampu beradaptasi dengan iklim bisnis dari niche atau jenis market yang Anda geluti. Pahami posisi Anda di antara kompetitor dan lakukan sesuatu yang membuahkan hasil, tidak hanya bersifat mempertahankan ide awal.

  1. Entrepreneur harus siap menghadapi konfrontasi

Situasi sosial yang tidak nyaman, seperti harus bertindak tegas pada orang yang bekerja sama dengan Anda atau saat harus melobi investor, akan banyak dihadapi oleh Anda yang ingin beralih menjadi entrepreneur. Jika Anda tidak menyukai melakukan berbagai hal ini, maka jangan menjadi entrepreneur.

Entrepreneur
Sumber gambar: alexkstevens.com
  1. Entrepreneur harus berkemauan untuk mengasah kemampuan berkomunikasinya

Menghadapai konfrontasi mungkin adalah hal yang biasa Anda lakukan, namun melakukan komunikasi yang efektif di mana pesan tersampaikan lewat penjelasan yang mudah dipahami tentang bisnis Anda bukanlah kemampuan semua orang. Jika Anda sulit berkomunikasi dan Anda tidak ingin untuk mengubah hal tersebut, Anda tidak akan dapat meyakinkan orang lain untuk percaya pada potensi bisnis Anda.

  1. Entrepreneur harus tahan banting dan memiliki ketahanan yang kuat melawan stres

Jika membangun bisnis adalah hal yang dapat diprediksi, maka semua orang akan membangun bisnisnya sendiri. Pada kenyataannya, bisnis adalah hal yang tidak dapat ditebak, bahkan jika Anda sendiri yang menciptakannya. Ada saat-saat di mana bisnis Anda super sibuk, dan ada saat di mana sepertinya bisnis akan segera mati karena tidak ada aktivitas yang mendatangkan penghasilan. Kondisi ini dapat dengan mudah membuat orang yang menjalaninya mengalami stres. Pastikan fisik Anda kuat untuk kondisi mental dan emosional yang naik turun seperti ini.

Bagaimana dengan Anda? Siapkah membangun bisnis Anda sendiri? Pastikan Anda memiliki motivasi, passion dan tenaga untuk melakukannya, ya!

 

You may also like