Cara Efektif Menjual Tanpa Membuat Sebal

Jika Anda mendengar dering telepon dan saat menjawabnya yang berbicara dengan Anda ternyata ingin menawari Anda program asuransi terbaru atau deal kartu kredit, pernahkah Anda dengan sukacita menerima dan menanggapi telepon tersebut?

Kebanyakan dari Anda cenderung akan berusaha untuk segera mengakhiri percakapan atau bahkan tidak jarang Anda tanpa segan-segan langsung menutup telepon begitu tahu apa tujuan dari penelepon tersebut. Nah, hal yang sama juga berlaku jika Anda adalah penelepon yang harus berjualan demi mencapai target bisnis Anda atau harus berhadapan langsung dengan orang lain untuk mendapatkan prospek yang goal. Anda mempunyai kecenderungan untuk menjadi sosok yang menyebalkan.

Namun, tidak selamanya menjadi salesperson sama dengan menjadi orang yang menyebalkan. Selain perlu mengetahui berbagai skill negosiasi efektif serta mempunyai karakteristik salesperson yang baik, ada cara untuk Anda menghindari stereotipe negatif dan menyebalkan yang lekat dengan posisi salesperson.


1. Sebelum menawarkan produk pada target customer, lakukan riset terlebih dahulu mengenai orang yang jadi target Anda.

Pahami tempat orang tersebut bekerja dan jangan ragu untuk mengecek informasi personal seperti website, prestasi hingga hal-hal yang sekiranya membanggakan bagi orang tersebut. Pahami juga apa yang sedang dialami oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Informasi-informasi ini akan berguna sebagai modal awal percakapan dan menjadi ide bagi Anda untuk mengarahkan pembicaraan ke arah yang menguntungkan bagi target Anda tanpa menjadi menyebalkan. Pengetahuan ini juga dapat membuat target merasa terkesan karena Anda benar-benar peduli dan mengagumi target Anda tersebut. Nilai plus untuk Anda.

Sumber gambar: saltsha.com
Sumber gambar: saltsha.com

2. Meski Anda seorang salesperson, jangan pernah “berjualan”.

Segala medium yang Anda pakai untuk menjangkau customer Anda harus selalu dipenuhi oleh hal-hal yang menarik bagi customer dan berbicara tentang customer Anda, bukan tentang bisnis Anda. Entah itu email atau percakapan langsung, jangan pernah menjadikan diskusi menitikberatkan pada Anda dan perusahaan.

Buat target customer tersebut merasa tertarik dan senang berdiskusi dengan Anda, percaya akan kredibilitas Anda, dan sales pun akan terjadi dengan sendirinya.

 

Sumber gambar: blog.joneswriter.com
Sumber gambar: blog.joneswriter.com

3. Dari hal-hal yang Anda tawarkan ke target customer, temukan cara untuk menambah nilainya.

Anda perlu mencari tahu sumber daya apa yang sekiranya menarik minat target customer Anda, lakukan double-check dengan sumber daya Anda tersebut dan tanya kesediannya untuk direkomendasikan, dan rekomendasikan kepada target customer Anda sebagai bonus jika melakukan deal dengan Anda. Dengan adanya double benefit, target customer akan merasa lebih dintungkan dan akan termotivasi untuk membeli.

Sumber gambar: huffingtinpost.com
Sumber gambar: huffingtinpost.com

4. Jangan pernah katakan Anda tidak punya cukup waktu, terutama dalam hal email marketing.

Jika Anda melakukan penjualan secara orang per orang melalui email, jangan mengirimkan pesan massal yang bunyinya sama, tapi ambillah waktu untuk membuat pesan yang bermanfaat dan menarik bagi setiap target customer Anda, per individunya. Hal ini akan semakin mudah dilakukan jika Anda sudah pernah bertemu langsung dengan target customer Anda dan mengambil waktu untuk lebih mengenal apa yang menjadi kebutuhan target customer Anda.

Sumber gambar: invest.ashfield-manfield.com
Sumber gambar: invest.ashfield-manfield.com

5. Jangan putus asa jika satu pesan tidak direspon.

Setiap target customer Anda pasti punya kesibukannya masing-masing, karenanya, sediakan diri Anda untuk dapat dihubungi kapanpun serta lakukan penjangkauan langsung untuk membuat target customer mengetahui keberadaan Anda dan diingatkan pada diri Anda jika suatu saat membutuhkan skill sales Anda atau produk yang Anda jual.

Di sinilah pentingnya bergabung dengan komunitas dan melaksanakan networking sambil memperluas database kontak yang Anda punya harus dilakukan.

Sumber gambar: recruiter.com
Sumber gambar: recruiter.com

6. Networking yang terjadi dengan target customer sebaiknya tidak hanya berada di permukaan saja.

Artinya, tunjukkan bahwa Anda benar-benar peduli dengan banyak menghubungi untuk sekedar bertukar kabar, hingga mengucapkan selamat pada hari-hari peringatan penting. Terkoneksilah via media sosial, tunjukkan keberadaan Anda dengan melakukan like, comment maupun share postingan target customer Anda.

Dengan demikian, nama Andalah yang muncul di ingatan mereka saat membutuhkan produk atau jasa yang Anda tawarkan, atau saat memberikan rekomendasi pada kenalan mereka yang membutuhkan.

Sumber gambar: remoteservernetwork.net
Sumber gambar: remoteservernetwork.net

You may also like

× Contact Us!