Qontak WhatsApp

Begini Cara Mengoptimalkan Kinerja 3 Media Sosial Populer

Optimizing Social Media Use

Merajanya media sosial beriringan dengan semakin hilangnya keawaman masyarakat pada internet. Dunia digital pun tumbuh seiring banyaknya jumlah pengguna di setiap waktunya. Hal ini pun membawa banyak perubahan. Termasuk di dunia bisnis. Istilah digital marketing pun lahir. Fokus utamanya adalah meningkatkan brand awareness, memperluas pasar dan meningkatkan penjualan melalui media digital.

Mesia sosial pun menjadi salah satu pilihan alternatif. Banyaknya pengguna, murah dan mudah dioperasikan menjadi salah satu alasan mengapa berbagai merek berlomba-lomba membangun media sosialnya guna menggaet pasar.

Namun yang menjadi tantangannya yakni tak semudah kelihatannya. Implementasi di lapangan kadang tak berbanding lurus dengan perkiraan. Banyak yang berusaha mengoptimalkan media sosial namun tak benar-benar berhasil. Salah satu faktornya ialah salahnya menggarap kampanye atau promo pada masing-masing media sosial yang digunakan. Apalagi tak jarang ada yang salah menggunakan media sosial sebab tak sesuai dengan target marketnya.

Karena itu Anda perlu tahu bahwa tak semua media sosial cocok untuk menjadi tempat kampanye atau promo Anda. Fokuslah pada media sosial yang sesuai dengan produk dan target market Anda. Bila sudah, maka tugas Anda selanjutnya adalah mengatur kampanye yang sesuai dan dapat diterima target market Anda.

Pada artikel ini akan dijabarkan panduan dari masing-masing media sosial yang dapat menjadi panduan merek Anda ke depan nanti.

1. Twitter

Media sosial satu ini cukup popular di kalangan remaja. Dari beberapa data yang pernah dihimpun, golongan usia yang aktif di Twitter yakni antara usia 18-35 tahun. Selain itu, timeline Twitter yang sifatnya dinamis membuat penggunanya cenderung lebih tertarik pada konten singkat. Apalagi setiap postingan di Twitter sendiri memang sudah dibatasi 140 karakter saja.

Pengguna Twitter juga lebih suka dengan konten yang sifatnya disambung kepada link website. Selain itu ada sedikit perubahan pada kebiasaan pengguna Twitter. Untuk saat ini jarang sekali pengguna Twitter yang tertarik pada konten yang bersifat hard selling. Atau yang benar-benar nyata kelihatan menjual sebuah produk. Mereka lebih senang pada konten yang bersifat ringan namun memberikan informasi. Itulah kenapa konten soft selling sangat cocok untuk digunakan pada Twitter.

Optimizing Social Media Use
Sumber Gambar: jalantikus.com

2. Instagram

Saat ini Instagram menjadi salah satu media sosial yang paling mudah dijadikan ladang industri atau mencari uang. Banyaknya Selebgram yang mendapatkan pundi-pundi dari setiap postingan menjadi salah satu tolak ukurnya.

Pengguna aktif Instagram berasal dari golongan remaja hingga dewasa. Namun tidak lebih dari usia 45 tahun. Sebagaimana yang kita tahu, Instagram mengedepankan konten berupa foto. Itulah kenapa bagi Anda yang ingin memanfaatkan media sosial satu ini sebagai media pemasaran tentu harus mengedepankan kualitas foto produk atau info grafis yang bagus.

Bagus saja tak cukup, melainkan harus memiliki esensi.

Selain itu, media sosial ini sangat cocok bagi Anda yang ingin mengisi konten dengan hard selling. Sebab kebanyakan online shop pun banyak yang tumbuh dari Instagram karena terang-terangan menawarkan produknya. Karena yang terpenting adalah kualitas foto atau info grafis yang Anda muat.

Optimizing Social Media Use
Sumber Gambar: chrismakara.com

3. Facebook

Media sosial satu ini bisa dikatakan sebagai perpaduan antara Twitter dan Instagram. Sejauh ini sepanjang apa pun kata yang ingin Anda muat dapat diposting di Facebook. Dan Facebook pun mengandalkan postingan berupa info grafis atau foto yang menarik. Bahkan juga video, teks maupun link.

Bila dilihat dari segi usia penggunanya, Facebook termasuk media sosial yang ramah pada segala kalangan, mulai dari usia muda hingga tua. Dan dari jenis konten dapat dikatakan baik soft selling maupun hard selling sangat cocok di media sosial satu ini. Anda hanya perlu membuat judul konten yang bombastis atau menarik perhatian.

Namun yang perlu menjadi catatan ialah jangkauan postingan Facebook tak seluas Twitter maupun Instagram. Anda hanya bisa menjangkau orang-orang yang sudah menjadi pengikut atau menyukai halaman Anda. Karena itu kemungkinannya Anda akan lebih mengandalkan kuis dan iklan bila ingin menggaet market Anda.

Ketiga media sosial ini merupakan yang paling popular digunakan untuk saat ini di Indonesia. Karena itu lebih baik Anda memilih fokus menggunakan ketiga media sosial ini dibanding media sosial lainnya untuk kebutuhan marketing maupun selling.

Bahkan akan lebih bagus, setelah mengetahui kriteria atau jenis pengguna dari masing-masing media sosial, Anda sudah tahu media sosial mana yang cocok digunakan untuk bisnis Anda. Bahkan tak ada salahnya bila Anda memilih untuk hanya fokus mengembangkan salah satunya saja. Sementara media sosial lainnya hanya untuk membuka jalur komunikasi semata.

You may also like

By