Apakah OKR adalah KPI? Apa bedanya?

okr adalah

OKR adalah salah satu cara yang saat ini banyak digunakan untuk mengukur performa kerja. Apa yang membedakan OKR dengan KPI?

Dalam mengukur kinerja perusahaan, salah satu metode yang lazim digunakan adalah KPI atau key performance indicator. Indikator ini digunakan untuk mengetahui seberapa efektif kinerja semua pihak yang terlibat di dalamnya dan sejauh apa target yang telah dicapai. Namun, selain itu ternyata ada juga metode lain yang bisa digunakan. Objective and key results atau OKR adalah salah satunya. Meskipun keduanya sama-sama bertujuan untuk merencanakan target dalam jangka waktu tertentu, metode OKR masih asing dibandingkan KPI. Mari kita kenali lebih jauh apa itu OKR dan perbedaannya dengan KPI.

OKR adalah apa?

Objective key and results atau OKR adalah metode sistematis yang digunakan untuk menentukan tujuan dan cara mengukur pencapaian tujuan tersebut. OKR membantu memfokuskan prioritas kerja yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut, serta apa saja yang harus dilakukan untuk memantau eksekusi perencanaan tersebut. Metode OKR disebut-sebut sebagai pembawa andil dari pesatnya pertumbuhan Google.

OKR pertama kali diciptakan oleh Andy Grove di Intel, dan mengajarkannya kepada John Doerr. John Doerr pada saat itu berinvestasi di Google yang masih berbentuk startup di tahun 1999. Ia kemudian mempopulerkan penggunaannya di Googles serta menulis buku berjudul “Measure What Matters”. Sejak saat itu, banyak perusahaan startup maupun mapan yang mengadopsi metode tersebut, termasuk Netflix, LinkedIn, dan Twitter.

OKR terdiri dari dua unsur, yaitu Objective dan Key Results.

okr adalah

Objective merupakan tujuan yang ingin dicapai. Objective bersifat kualitatif dan harus bersifat SMART (Specific, Measurable, Actionable, Relevant, Time-bound. Biasanya, tujuan ini harus singkat, menginspirasi, dan menarik. Selain itu, tujuan harus sedikit ambisius sehingga ketika gagal pun, pencapaian yang dihasilkan tetap substantial. Filosofi dibalik OKR adalah ketika perusahaan selalu mencapai 100% tujuan mereka, artinya tujuan tersebut terlalu mudah. Tujuan OKR dikenal dengan istilah stretch goals. Biasanya, ketercapaian tujuan tersebut kurang lebih 60-70%.

Key results menentukan benchmark dan memantau bagaimana untuk mencapai objective tersebut. Key result yang efektif haruslah spesifik, memiliki rentang waktu, realistis, dan yang terpenting dapat diukur. KR terdiri dari 2 hingga 5 per objective. KR bersifat kuantitatif dan biasanya dinilai dengan menggunakan angka (misalnya skala 0-1.0)

Apakah OKR adalah sama dengan KPI? Apa perbedaan keduanya?

KPI atau key performance indicator merupakan indikator kinerja yang digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya. KPI dapat diukur melalui aplikasi KPI seperti Qontak. Jika dilihat sekilas, OKR juga menerapkan konsep yang sama dengan KPI yaitu SMART goal.

Perbedaannya adalah, OKR tidak hanya diberikan pada tingkat perusahaan saja, tetapi hingga tingkat pimpinan, tim, dan perorangan. Tujuan OKR memiliki jangka waktu tertentu, biasanya tiga bulan hingga satu tahun. Dalam penerapannya, OKR lebih dari sekadar menentukan tujuan dan mengukurnya secara spesifik. OKR dapat membentuk mindset dalam cara kerja sehari-hari dengan berfokus pada prioritas kerja dalam mencapai tujuan dan bagaimana memanau eksekusinya.

Idealnya, OKR bersifat turunan. Key result perusahaan akan menjadi objective pimpinan. Selanjutnya, key result dari pimpinan akan menjadi objective dari tim atau divisi di bawahnya.

Bagaimana menyusun OKR dengan tepat?

Metode OKR dapat berjalan efektik jika unsur pimpinan sudah menerapkan OKR dengan jelas. Berikut adalah langkah-langkah untuk menyusun OKR:

  1. Menentukan timeline
  2. Memilih 3-5 objective
  3. Menentukan 2-5 key results per objective dan skala penilaian
  4. Tentukan tool yang akan digunakan

Untuk mengukur dan mengetahui ketercapaian OKR, diperlukan sebuah tool untuk memantau dan mengelolanya. Tool yang digunakan beragam, mulai dari spreadsheet hingga aplikasi atau software. Pastikan tool tersebut dapat diakses dengan mudah oleh semua orang.

  1. Menyusun OKR secara bertahap

Seperti yang telah disebutkan di atas, OKR menurun mulai dari perusahaan hingga perorangan. Untuk itu, penyusunan OKR juga harus dilakukan bertahap dengan dimulai dari perusahaan.

Dua pertanyaan utama yang menjadi acuan yaitu:

  • Apa tujuan yang ingin dicapai?
  • Bagaimana cara mencapai tujuan tersebut?

Penyusunan OKR sebaiknya melibatkan semua pihak, bukan paksaan dari atasan saja.

  1. Mengevaluasi OKR

OKR harus dievaluasi untuk mengetahui sejauh mana ketercapaiannya. Biasanya, pencapaian yang sukses berada di rentang 60-70%. Hal ini sesuai dengan konsep stretch goals seperti yang telah disebut sebelumnya.

Tujuan OKR adalah..

  1. Agility

Tujuan dengan rentang waktu yang lebih pendek memungkinkan penyesuaian yang lebih cepat dan adaptasi yang lebih baik untuk berubah, meningkatkan inovasi, dan mengurangi risiko.

  1. Mempercepat proses penentuan tujuan

Metode OKR yang lebih simpel membuat proses penentuan tujuan menjadi lebih cepat dan mudah. Hal ini dapat mengurangi waktu dan sumber daya yang dihabiskan dalam menentukan tujuan secara drastis

  1. Komunikasi yang lebih jelas

Transparansi dan kesederhanaan OKR memungkinkan tim untuk memahami tujuan dan prioritas perusahaan serta bagaimana tiap individu dapat berkontribusi dalam mencapainya.

  1. Menyatukan perusahaan dan meningkatkan kerja sama antar tim

OKR bersifat menurun dan saling terkait antar tim. Hal ini dapat menyatukan perusahaan dan meningkatkan kerja sama antar tim yang berbeda. Komunikasi dapat terjalin lebih baik dan meminimalisir adanya ego tiap tim.

  1. Meningkatkan fokus dan disiplin

Tujuan yang lebih singkat dapat meningkatkan fokus perusahaan dan lebih disiplin dalam berusaha dan inisiatif. Tim menerima arahan dengan jelas dan bebas dalam menentukan bagaimana mencapai OKR mereka. Hal ini membuat mereka lebih bertanggung jawab dengan tujuan mereka.

OKR adalah metode yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan selain KPI. Apa pun metode yang digunakan, salah satu yang penting yang tidak boleh dilupakan oleh bisnis adalah pelanggan. Tanpa hubungan yang baik dengan pelanggan, perusahaan tidak akan bertahan. Pastikan Anda menggunakan software CRM untuk meningkatkan layanan pelanggan dan penjualan Anda.

× Contact Us!