Qontak WhatsApp

Hierarki Kebutuhan oleh Maslow dan Pengaruhnya Bagi Strategi Marketing Anda

Hierarki Kebutuhan Maslow

Aktivitas marketing yang sukses seringkali dapat diukur dengan adanya keberhasilan melakukan persuasi pada calon customer hingga melakukan pembelian dari produk yang ditawarkan. Cara paling efektif untuk membuat para calon customer tertarik untuk melakukan pembelian adalah dengan mengingatkan calon customer akan kebutuhan mereka dan memberikan solusi termudah untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Salah satu teori yang mengamini hal ini dikemukakan dan yang menjadi kiblat dalam praktek marketing adalah milik Maslow, yang disebut sebagai hierarki kebutuhan. Saat salah satu kebutuhan yang ada dalam hierarki ini terpenuhi, biasanya efektivitas strategi marketing dari segi psikologis seketika itu juga meningkat dengan adanya pembelian.

Hierarki kebutuhan oleh Maslow memiliki lima area kebutuhan yang pasti dialami oleh manusia kebanyakan. Diawali dengan kebutuhan fisik seperti kemampuan bertahan hidup, kebutuhan keamanan, kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki, kebutuhan akan rasa percaya pada diri sendiri, dan terakhir, kebutuhan akan aktualisasi diri. Pada prakteknya, berbagai hierarki kebutuhan menurut Maslow ini dapat direlevansikan dengan motivasi yang menentukan keputusan pembelian pada calon customer.

Berikut hal-hal yang dapat Anda aplikasikan berdasarkan hierarki kebutuhan oleh Maslow ini.

  1. Kenali siapa target market dari produk yang Anda tawarkan

Jika target marketnya adalah orang-orang yang memerlukan pemenuhan kebutuhan mendasar seperti makanan dan minuman, maka strategi marketing dapat langsung difokuskan pada harga dan rasa dari kebutuhan mendasar tersebut. Jika target marketnya sudah memiliki cukup stabilitas ekonomi sehingga sudah mencapai bagian keempat dari hierarki kebutuhan Maslow yaitu untuk meningkatkan rasa percaya diri, strategi marketing yang membuat mereka merasa memerlukan produk Anda untuk menambah rasa percaya diri perlu Anda rancang demi meraih target market yang tepat.

Hierarki Kebutuhan Maslow
Sumber gambar: philanthropy.com
  1. Bagaimana produk atau jasa yang Anda tawarkan dapat berguna bagi tiap lapis hierarki kebutuhan menurut Maslow?

Tanyakanlah pada diri Anda sendiri dengan memposisikan diri Anda di level-level kebutuhan menurut Maslow tersebut dan coba cari titik penghubungnya dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Pemetaan yang mendetail seperti ini dapat membantu Anda menyesuaikan strategi marketing apa dan cara penjualan seperti apa yang membangunkan rasa ingin membeli di benak para target customer.

Hierarki Kebutuhan Maslow
Sumber gambar: hrwale.com
  1. Rancang setiap pesan marketing atau cara penawaran Anda se-personal mungkin pada setiap prospek yang berhasil Anda temui

Saat janji bertemu berhasil dibuat, saatnya untuk Anda mengenali prospek Anda tersebut dalam level yang lebih personal. Kenali dan dengarkan apa saja yang menjadi kebutuhan dan kesulitan dalam akitivitas sehari-harinya, dan pertama-tama jadilah partner bicara yang mendukung tanpa langsung menjual produk karena relasi dapat terhenti di tahap itu saja, menutup semua pintu kesempatan Anda untuk menyentuh level kebutuhan yang mungkin sedang dihadapi oleh prospek Anda. Sebagai contoh, pembicaraan Anda dengan prospek seharusnya dapat memberikan Anda informasi mengenai apa yang dicari oleh customer saat ini dan jembatan menuju ke bagaimana produk Anda bisa menjadi solusi bagi mereka. Dengan banyak melakukan pertemuan dan diskusi dengan prospek potensial, kemampuan Anda untuk menganalisis ada di level kebutuhan mana prospek Anda juga akan semakin terasah, membuat praktek penjualan menjadi lebih efektif.

Pada dasarnya, hierarki kebutuhan oleh Maslow ini dimaksudkan untuk memungkinkan para pelaku sales dan marketing untuk mampu menarik calon customer menggunakan cara yang relevan bagi mereka. Selalu latih insting Anda sehubungan dengan ada di level yang manakah prospek Anda dan sesuaikan produk Anda sebagai solusi yang baik bagi mereka.

You may also like

By