7 Hal Ini Diprediksi Jadi Tren Media Sosial Marketing di 2018

Social Media Marketing Trend 2018

Media sosial telah menjadi pilihan utama media pemasaran bagi banyak merek selama satu dekade ini. Semakin berkembangnya fitur-fitur dan tingginya pengguna media sosial menjadi salah satu daya tarik utamanya. Facebook dan Instagram menjadi media sosial yang cukup banyak melakukan perubahan. Bahkan Instagram mampu menduplikat fitur SnapChat hingga membuat penggunanya banyak beralih ke Instagram.

Selain itu, media sosial bukan hanya menjadi wadah tepat bagi pelaku bisnis, tapi juga bagi pelaku politik. Mulai dari pemilu presiden Amerika Serikat hingga Pilkada DKI, semuanya hampir rutin melakukan kampanye di media sosial.

Untuk menyikapi berbagai perubahan dan fenomena yang terjadi di media sosial, dan demi efektivitas penggunaan media sosial marketing bagi merek Anda, maka Anda perlu memerhatikan 7 hal berikut yang diprediksi menjadi tren media sosial marketing di 2018.

1. Insta Story yang Dapat Tingkatkan Popularitas

Saat ini Instagram telah berhasil menggeser kepopuleran SnapChat dalam hal story. Semenjak meluncurkan fitur terbarunya, yakni Insta Story, kepopuleran platform ini pun kian meninggi. Bahkan dari beberapa data yang dihimpun ada sekitar 200 juta orang menggunakan Insta Story setiap bulannya.

Melihat kepopuleran Insta Story, tak sedikit merek-merek ternama mulai menjajalnya sebagai sarana pemasaran. Hal ini tentu akan berpengaruh pada tren media sosial di 2018 nanti. Apalagi fitur serupa juga telah diadopsi oleh Facebook. Ini berarti, merek yang ingin kepopulerannya meningkat harus bisa meluangkan waktu untuk memahami dan bergabung bersama pelanggan di Insta Story.

2. Fokus pada Generasi Z

Tahun 2018 sudah bukan lagi masanya Milennial, tetapi memasuki era baru, yaitu Generasi Z. Berdasarkan dari berbagai studi, Generasi Z akan mulai menjadi konsumen potensial berharga di tahun 2018. Sebab usia tertua Generasi Z ini ialah 22 tahun. Usia produktif yang mulai masuk angkatan kerja dan tentu berpotensi meningkatkan daya beli.

Beberapa penelitian mengenai kegemaran, pandangan politik, ekonomi hingga ketertarikan para Generasi Z sudah banyak beredar. Anda perlu mencari informasi tersebut untuk bisa lebih mengenal Generasi Z. Dua platform media sosial yang kemungkinan digemari oleh Generasi Z adalah SnapChat dan Instagram.

Social Media Marketing Trend 2018
Sumber Gambar: mediavillage.com

3. Influencer Media Sosial Masih Jadi Pilihan Tepat

Merek-merek besar masih banyak memlih investasi marketing melalui influencer media sosial. Pasalnya, strategi dengan menggunakan influencer media sosial dipercaya lebih ampuh untuk meningkatkan keterlibatan konsumen potensial di media sosial.

Di tahun 2018 nanti pun diprediksi banyak merek akan banyak merangkul influencer media sosial sebagai upaya terhubung dengan konsumen potensial.

4. Perbanyak Konten Live Streaming

Media sosial telah membawa banyak perubahan pada cara konsumen melihat sebuah merek. Keterlibatan pelanggan dalam pemasaran sebuah merek bisa sangat berpengaruh pada popularitas merek. Sebab pelanggan akan merasa semakin dekat dan menjadi bagian dari perjalanan merek itu sendiri.

Inilah yang terjadi seiring semakin menariknya konten live streaming bagi para pelanggan. Berbagai kegiatan yang dilakukan merek dapat langsung dibagikan kepada pelanggan saat itu juga.

Di tahun 2018 juga diprediksi akan banyak merek mulai menyadari kekuatan live streaming. Sehingga akan memasukannya ke dalam strategi media sosial. Sebab itu, lebih baik segera terjun dalam strategi konten live streaming ini sebelum lebih banyak lagi yang menyadari kekuatannya.

5. Virtual Reality Facebook

Bukan hanya konten story dan live streaming, Facebook juga menunjukkan ketertarikannya pada Virtual Reality. Mereka memberi nama proyek tersebut Spaces. Dengan Spaces, maka Facebook dapat memungkinan penggunanya untuk terhubung di VR.

Ini bukan proyek sulit bagi platform media sosial besar ini. Pasalnya, Facebook memiliki Oculus, perusahaan perangkat keras dan lunak virtual reality. Bisa jadi, di tahun 2018 Spaces akan menjadi produk media sosial VR pertama yang suskes dan menjadi tren.

6. Platform Chatting

Di samping platform media sosial murni (Facebook, Instagram dan Twitter), ada lagi salah satu platform yang perlu diperhatikan, yaitu aplikasi chatting. Aplikasi chatting juga telah berperan sebagai media sosial bagi banyak merek di tahun 2017 ini. Salah satunya yang paling dominan adalah Line. Tak ayal, aplikasi chatting perlu menjadi perhatian di athun 2018.

Dengan memanfaatkan betul aplikasi chatting, diprediksi akan semakin mendekatkan merek dengan pelanggan. Pasalnya, sudah banyak fitur yang tersedia di sana, seperti kecerdasan buatan, asisten suara dan chatbots yang membuat pelanggan merasakan pengalaman berbelanja pribadi.

Social Media Marketing Trend 2018
Sumber Gambar: technobuffalo.com

7. Melihat Lagi Twitter

Media sosial satu ini bisa dikatakan sedikit gagal untuk bersaing di sepanjang 2017. Tak ada pertumbuhan pengguna yang signifikan selama setahun belakangan ini juga menjadi pemicu anjloknya saham Twitter. Tapi biar begitu bukan berarti Anda langsung mencampakkan media sosial ini. Sebab di tahun 2018 ada kemungkinan Twitter akan menjual sahamnya ke investor swasta, serta mengubah dan mengembangkan fiturnya yang sempat tertinggal oleh platform media sosial lainnya. Karena itu, jangan langsung singkirkan Twitter dari strategi media sosial marketing Anda.

You may also like