6 Kerugian Bisnis Tanpa Perangkat Lunak CRM

perangkat lunak crm

Apa saja kerugian yang dirasakan oleh bisnis jika tidak menggunakan perangkat lunak CRM?

Apakah bisnis saya memerlukan perangkat lunak CRM?

Pertanyaan tersebut masih menjadi keraguan bagi beberapa pemilik bisnis. “Bisnis saya aman-aman saja kok sampai sekarang. Untuk apa menggunakan CRM?” Mungkin hal tersebut muncul di benak beberapa orang ketika mempertanyakan apa alasan pentingnya CRM dan keuntungan CRM. Untuk apa bersusah-susah menggunakan sebuah sistem baru?

Menerapkan sebuah sistem baru dalam perusahaan memang bukan perkara mudah. Banyak hal yang dipertimbangkan, mulai dari keuntungan yang didapat, return of investment (ROI), biaya, waktu, dan tenaga. Belum lagi kendala ketika on boarding dan adaptasi pegawai. Demikian juga pertimbangan perusahaan dalam menggunakan perangkat lunak CRM. Meskipun sudah mendengar berbagai manfaat CRM dalam bisnis, hal-hal di atas masih menjadi kekhawatiran sebagian pemilik bisnis. Ketakutan akan fungsi CRM yang gagal tentu sangat lumrah.

Namun, tidak menggunakan perangkat lunak CRM merupakan keputusan yang kurang bijak, terutama ketika sudah ada tanda perusahaan Anda harus menggunakannya. Untuk semakin menguatkan pertimbangan Anda, berikut adalah beberapa kerugian menjalankan bisnis tanpa CRM.

5 kerugian bisnis tanpa perangkat lunak CRM

  1. Tidak ada sumber data yang valid tanpa perangkat lunak CRM

Ketika database customer dan perusahaan tidak disimpan dan dikelola dengan baik, hal ini akan menyulitkan siapa pun yang perlu mengaksesnya. Belum lagi adanya kemungkinan data silos, yaitu kumpulan data mentah milik satu divisi yang tidak dapat diakses oleh divisi lain.

Database yang tersebar di berbagai spreadsheet, inbox, maupun dokumen akan membuat pegawai kesulitan untuk mencarinya. Tanpa menggunakan aplikasi database pelanggan seperti CRM, alur kerja perusahaan akan terhambat dan tidak efektif.

  1. Kesulitan untuk melihat gambaran utuh perusahaan

perangkat lunak crm

Penggunaan data secara efektif merupakan salah satu kunci kesuksesan tim direksi dan manajerial. Mereka akan lebih mudah dalam melihat gambaran utuh perusahaan sehingga dapat mengambil keputusan lebih cepat. Selain itu, mereka biasanya menyisihkan waktu untuk memastikan data yang ada akurat dan berguna.

Memperoleh insight yang penting tentu akan sulit ketika data yang ada tersebar di berbagai tempat. Sebagai hasilnya, perusahaan yang tidak menggunakan perangkat lunak CRM cenderung bergantung pada feeling dibandingkan metrik kinerja yang nyata.

Secara singkat, Anda tidak bisa melihat gambaran utuh perusahaan ketika tidak tahu harus melihat apa dan ke mana data yang diperlukan.

  1. Sulit untuk memahami hubungan dengan pelanggan

Tahukah Anda dari mana saja pelanggan Anda berasal? Software CRM membantu melacak, memahami, dan memperkuat hubungan bisnis. Beberapa fitur CRM seperti pelaporan dan menyimpan riwayat percakapan membantu bisnis untuk mengetahui dari mana pelanggan berasal. Tanpa memiliki CRM system, Anda hanya dapat menebak-nebak dan sulit untuk memperoleh sumber data yang dapat diandalkan. Anda pun akan sulit memahami bagaimana customer relation bisnis Anda. Padahal, hal tersebut merupakan faktor penting dalam sebuah bisnis.

  1. Masalah produktivitas

Pegawai Anda sulit untuk produktif tanpa memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang harus mereka lakukan. Jika pendelegasian tugas dilakukan melalui chat atau inbox email, para pegawai bisa sulit untuk fokus dan berprogress.

Memusatkan seluruh pekerjaan ke dalam software CRM yang dibangun untuk software manajemen proyek dan software manajemen tugas dapat meringankan hal tersebut. Hasilnya, produktivitas pegawai meningkat dan mereka lebih termotivasi.

Selain itu, karena sistem CRM menyimpan seluruh data pelanggan, pekerjaan proyek dapat lebih mudah untuk saling terhubung dengan data tersebut. Hal ini membuat data yang digunakan lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

  1. Sulit untuk mengetahui apa yang sedang terjadi

Bagaimana cara perusahaan untuk mengetahui apa saja yang dikerjakan oleh pegawai tiap harinya? Apakah mereka fokus pada prioritas kerja yang memberikan dampak besar?

Tanpa menggunakan teknologi, hal tersebut sulit untuk diketahui dengan pasti.

Mengintegrasi seluruh data manajemen proyek ke dalam CRM memberikan kejelasan kepada jajaran manajerial. Aplikasi manajemen proyek membantu memberikan laporan data untuk melihat siapa menyelesaikan apa. Notes dan task memberikan insight kepada manajer proyek untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.

  1. Sulit untuk mengontrol data

Mungkin Anda saat ini bisa melacak seluruh database pelanggan menggunakan spreadsheet. Namun, penggunaan spreadsheet memiliki berbagai keterbatasan, seperti:

  • Tidak bisa membatasi akses data penting
  • Sulit memastikan integritas data
  • Sulit mengelola kepatuhan data untuk menjaga keamanan dan privasi data

Saatnya menggunakan perangkat lunak CRM

Implementasi CRM mungkin bukan menjadi prioritas bisnis Anda saat ini, terutama di tengah pandemi seperti sekarang. Anda harus mengatur keuangan dengan ketat dan memilah mana saja hal-hal yang menjadi prioritas. Namun, jika terus membiarkan perusahaan Anda tanpa aplikasi CRM, bisnis akan sulit untuk berkembang.

Nilai kebutuhan bisnis Anda dengan cermat, dan lihat software apa yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut serta membantu mencapai tujuan bisnis.

Jika Anda memerlukan konsultasi lebih lanjut, silakan hubungi kami dan coba gratis sekarang.

× Contact Us!