Strategi Marketing Media Sosial untuk Menarik Kaum Millennials

Marketing to Millennials

Kenalkah Anda dengan istilah kaum Millennials? Kaum Millennials adalah sebutan bagi mereka yang lahir di tahun 1980 hingga tahun 2000, yang berarti kelompok usia termuda dari kaum ini masih duduk di bangku sekolah menengah atas dan kelompok usia tertuanya baru akan menginjak usia 40an. Jika Anda merupakan pelaku digital marketing, besar kemungkinan target market produk maupun jasa yang Anda tawarkan masih berada dalam kelompok Millennials ini, dan Anda punya tugas untuk menjangkau mereka lewat media sosial. Bagaimana sebaiknya Anda melakukannya?

  1. Memahami kecenderungan tujuan penggunaan media sosial pada kaum Millennials

Kaum Millennials yang lebih muda biasanya suka melakukan update dan banyak menghabiskan waktunya di media sosial, sementara yang lebih tua menggunakan media sosial sebagai sumber informasi dan berita terkini, serta mencari interaksi dengan kawan sebayanya. Kecenderungan ini haruslah Anda perhatikan saat membuat konten di media sosial.

  1. Untuk menargetkan social groups, gunakan senjata berupa konten yang menarik untuk dibagikan

Millennials disebut Millennials karena mereka sangat mudah tersulut oleh apapun yang disarankan atau diberitahukan oleh kawannya. Bagi kaum Millennials, sumber terpercaya adalah teman mereka sendiri dan mereka sangat mungkin ikut membeli produk hasil rekomendasi orang yang sudah mereka kenal. Untuk dapat masuk ke celah ini, brand haruslah membuat konten yang dapat memicu terjadinya share dan tag antar teman, yang berarti isinya harus benar-benar menarik kelompok sosial yang dituju dan punya nilai viral yang tinggi karena menimbulkan rasa bangga maupun emosi-emosi lainnya. Untuk tipe bisnis yang membutuhkan customer untuk rutin berbelanja, platform seperti Pinterest dan Instagram dapat menjadi pemicu yang baik.

Marketing to Millennials
Sumber gambar: millennialmarketing.com
  1. Jangan hanya beriklan

McCarthy Group melakukan penelitian terhadap kaum Millennials, dan hasilnya, 84% dari kaum Millennials tidak suka disodori iklan. Kabar yang kurang mengenakkan bagi brand yang selama ini hanya mengandalkan iklan saja untuk berpromosi, sekaligus tantangan baru untuk melihat pilihan apa saja yang tersedia bagi brand untuk tetap mengedukasi kaum Millennials mengenai produk yang ditawarkan. Cara yang paling masuk akal adalah dengan membuat konten yang terasa orisinil dan menyediakan manfaat bagi customer yang membacanya tanpa mereka merasa dicekoki dengan iklan produk. Data lainnya juga menunjukkan, bahwa sebanyak 247% kaum Millennials menyenangi konten yang mereka dapat dari blog atau situs social media. Sudah bukan zamannya lagi untuk memasang iklan berupa banner semata, namun brand harus beralih ke ketersediaan konten pengundan trafik dan membangun nama baik serta eksistensi brand-nya dari sana.

  1. Gunakanlah manajemen komunitas sosial

Data menarik lainnya juga menunjukkan bahwa 81% kaum Millennials lebih menyukai layanan yang cepat daripada layanan yang sekedar ramah saja. Kaum Millennials ditandai dengan penggunaan media sosial yang berada dalam frekuensi yang sangat tinggi, sehingga tidak heran mereka menyenangi sesuatu yang serba cepat secepat media sosial itu sendiri. Untuk itu, brand haruslah aktif melakukan interaksi di media sosial dan membangun komunitas pengikut di media sosial yang solid dan loyal. Media sosial juga akan menjadi platform customer support yang dianggap kaum Millennials sebagai alat komunikasi tercepat, karenanya, selalu awasi media sosial dan berikan respon yang baik pada setiap pertanyaan atau keluhan yang masuk.

Marketing to Millennials
Sumber gambar: economistgroup.com
  1. Menunjukkan kaum Millennials adanya kesamaan nilai antara mereka sebagai calon customer dengan brand Anda sebagai penyedia produk dan jasa

Kaum Millennials adalah golongan yang sangat sadar akan isu-isu sosial, dan sudah saatnya brand Anda juga melakukan hal yang sama. Kepedulian kaum Millennials terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar mereka juga telah mempengaruhi kecenderungan konsumsi mereka. Data yang dihimpun oleh Cone Communication menunjukkan 91% dari kaum Millennials akan dengan senang hati berganti brand yang digunakannya begitu tahu brand tersebut mendukung isu sosial yang penting.

Mengenali market Millennials merupakan kunci dari bertahannya sebuah brand. Jangan mau ketinggalan!

You may also like